Dalam perspektif  “oral tradition”, Kata Langsa berasal dari pertikaian antara Kerajaan Elang dan Kerajaan Angsa dalam memperebutkan dan mempertahankan wilayah teritori guna memperoleh ikan,hingga terjadi peperangan sebanyak dua kali yang berakhir dengan gencatan senjata serta perundingan tersebut mereka namakan dengan nama “Langsar” atau elang besar dan kemudian menjadi kata Langsa pada saat ini.

Didalam “ arakatatarumbo” (sisilah keturunan Ulee Balang raja Negeri Langsa), pendiri Negeri Langsa adalah Datuk Alam Malelo yang konon masih berketurunan kerajaan pagaruyung Minangkabau Sumatra Barat. Yang di perikirakan hidup antara tahun 1700 M sampai dengan 1780 M. Datuk Alam Malelo dikenal juga dengan nama “Teuku Chik Keujruen Meulila” atau “Teuku Chik Keujruen Banang atau Datuk Banang alias “Datoe Dajang” oleh Belanda.

Pada masa kolonial Belanda hingga awal Kemerdekaan Indonesia,Langsa memiliki peran yang strategis sebagai penyedia barang-barang ekspor (barter) dan impor (khususnya peluru senjata bekas sekutu yang dijual murah disingapura). Dan dengan infrastrukturnya pada masa itu, Langsa merupakan salah satu kota dagang dan perniagaan sepanjang sejarah. (Sumber : menelusuri jejak sejarah Langsa edisi revisi, 2017)

Kota Langsa merupakan pemekaran dari kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa sebelumnya berstatus sebagai Kota Administratif (KOTIF) yang kemudian menjadi Kota Langsa. Landasan yuridis pembentukan Kota Langsa adalah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2001 yang diresmikan pada tanggal 21 juni 2001.

Kota Langsa memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut, sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Aceh Timur dan Selat Malaka, sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Aceh Tamiang, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur dan kabupaten Aceh Tamiang,sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur.

Secara administratif Kota Langsa terdiri dari 5 (lima) kecamatan yang terdiri dari : Kecamatan Langsa Kota, Kecamatan Langsa Barat, Kecamatan Langsa Timur, Kecamatan Langsa Baroe dan Kecamatan langsa Lama, yang membawahi sebanyak 66 (enam puluh enam) Gampong.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Langsa, Jumlah penduduk Kota Langsa tahun 2016 berjumlah 168.820 (seratus enam puluh delapan ribu, delapan ratus dua puluh) Jiwa, sementara pada Tahun 2017 berjumlah 171.574 (seratus tujuh puluh satu ribu, lima ratus tujuh puluh empat) jiwa, meningkat dengan tingkat pertumbuhan 1,73 % (satu koma tujuh puluh tiga persen).

Adapun sektor unggulan yang dimiliki oleh Kota Langsa adalah :

  1. Pariwisata,
  2. Perdagangan,perhotelan dan restoran,
  3. Industri, sektor pertanian tanaman pangan,
  4. Perikanan dan kelatuan, serta sektor perkebunan.

 

Sampai dengan saat ini, Pemerintahan Kota Langsa telah dipimpin oleh 7 (tujuh) Walikota dan 2 Wakil Walikota Langsa, yaitu :

  1. Periode 2001 sampai dengan Maret 2005,

Walikota Bapak Azhari Aziz, SH, MM

  1. Periode Maret sampai dengan Desember 2005,

Walikota Alm. Bapak Drs. H.Muhammad Yusuf Yahya

  1. Periode Desember 2005 sampai dengan Maret 2007,

Walikota Bapak Drs. Muchtar Ahmady, MBA

  1. Periode Maret 2007 sampai dengan Maret 2012,

Walikota Alm. Bapak Drs. Zulkifli Zainon, MM dan Wakil Walikota Bapak Drs. Saifuddin Razali, MM, M.pd

  1. Periode Maret sampai dengan Agustus 2012,

Pj. Walikota Bapak Drs.H.Bustami Usman, SH, M.Si

  1. Periode Agustus 2012 sampai dengan Agustus 2017,

Walikota Bapak Usman Abdullah, SE dan Wakil Walikota Bapak Dr.H.Marzuki Hamid, MM

  1. Periode Oktober 2016 sampai dengan Februari 2017,

Plt. Walikota Bapak Kamaruddin Andalah, S.Sos, M.Si

  1. Periode Agustus 2017 sampai dengan saat ini,

Walikota Bapak Usman Abdullah, SE dan Wakil Walikota Bapak Dr.H.Marzuki Hamid, MM

 

Sejalan dengan Visi Kota Langsa yaitu “Kota Langsa Sebagai Kota Jasa Yang Berperadaban Dan Islami”, Serta Misi Pembangunan Kota Langsa, maka ditetapkan Tujuan yang ingin dicapai pada Periode 2017 sampai dengan 2022 adalah sebagai berikut :

 

  1. Meningkatkan pelaksanaan syariat islam secara kaffah dengan lebih mendorong inisiatif dan partisipasi warga.
  2. Melanjutkan penataan birokrasi Pemerintah, sinkronisasi & harmonisasi kerja sama pembangunan yang lebih responsive, efektif, dan efesien, transparan serta akuntable yang berbasiskan smart city dalam rangka mendukung pelaksanaab e-goverment.
  3. Melanjutkan penataan kota untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, sehat, indah, dan nyaman.
  4. Meningkatkan kualitas pendidikan di semua tingkatan.
  5. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
  6. Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
  7. Melanjutkan pembangunan infrastruktur guna mendukung percepatan pembangunan dan pengembangan wilayah.
  8. Meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.
  9. Mengembangkan olah raga, kesenian, dan kepemudaan.
  10. Memelihara serta meningkatkan keamanan, ketertiban umum dan stabilitas politik.

Sejak tahun 2012 hingga saat ini Kepemimpinan Walikota Langsa Bapak Usman Abdullah, SE dan Wakil Walikota Dr. H. Marzuki Hamid, MM (UMARA), Pemerintah              Kota Langsa telah meraih berbagai prestasi,yaitu diantaranya :

Tahun 2013

  • Juara II Kota Berwawasan Lingkungan Tingkat Provinsi Tahun 2013.

 

Tahun 2014

  • Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), atas Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2013 dengan Capaian penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam Akuntansi dan pelaporan Keuangan Pemerintah;
  • Peringkat I Tingkat Nasional Pelaporan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan dan Pencegahan Korupsi;
  • Peringkat I Tingkat Nasional Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Pemukiman;
  • Penghargaan Sertifikat Adipura Tingkat Nasional tahun 2014;
  • Juara II Adipura Tingkat Provinsi Tahun 2014;
  • Juara II Tingkat Nasional pada Kontes IGRA (Indonesia Green Region Award) tahun 2014;

 

Tahun 2015

  • Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), atas Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2014 dengan Capaian penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam Akuntansi dan pelaporan Keuangan Pemerintah;
  • Juara I Kota Bersih & Berwawasan Lingkungan Tingkat Provinsi Tahun 2015;
  • Juara I Adipura Tingkat Provinsi Aceh sebagai Kota sehat Lingkungan Hidup Se-Aceh;

 

Tahun 2016

  • Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), atas Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2016 dengan Capaian penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam Akuntansi dan pelaporan Keuangan Pemerintah;
  • Memperoleh Anugerah Piala Adipura Buana dari Presiden Republik Indonesia (RI) di Siak Provinsi Riau;
  • Memperoleh Anugerah Dana Rakca oleh Kementrian Keuangan Republik Indonesia (RI);
  • Juara Pertama Lomba Penanaman dan Pemeliharaan Pohon Tingkat Provinsi Aceh untuk tahun anggaran 2016;
  • Juara I pada perlombaan Menanam pohon tahun 2016 tingkat Nasional yang diselenggarakan di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta;

 

Tahun 2017

  • Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), atas Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2016 dengan Capaian penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam Akuntansi dan pelaporan Keuangan Pemerintah;
  • Memperoleh Anugerah Pastika Parahita dari Kementrian Keseharan RI, atas keberhasilan Kota Langsa dalam penataan Peraturan Daerah (Qanun) Kawasan Tanpa Rokok (KTR);
  • Memperoleh penghargaan sebuah Anugerah Prof. A Majib Ibrahim, bahwa Kota Langsa sebagai pemerintahan terbaik dengan rencana Kerja tahun 2017;
  • Mendapatkan penghargaan / anugerah Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia;
  • Memperoleh penghargaan dari Presiden Republik Indonesia karena dianggap telah berhasil melakukan penghijauan;

 

Tahun 2018

  • Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), atas Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2017 dengan Capaian penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam Akuntansi dan pelaporan Keuangan Pemerintah;
  • Meraih Penghargaan Adipura tingkat Provinsi Aceh kategori kota sehat tahun 2018;